Bangga jadi warga negara endonesia

Parah memang,anak kecil mencuri sandal di hukum 5 tahun,sedangkan koruptor milyaran duit rakyat bebas berkeliaran,aneh.
Memang perbuatan anak itu salah dan pantas mendapat hukuman. Tapi jika di hitung prosentase hukuman buat para koruptor bisa berat bahkan lebih dari hukuman mati. Begini,misal sandal harganya 10ribu,koruptor korupsi 1milyar,jadi perbandingannya 1:100.000. Jika yang mencuri 10ribu di hukum 5tahun harusnya yang mencuri 1milyar di hukum 500ribu tahun. Itu baru adil,tapi uang bisa beli keadilan,jadi gak pantes ngomongin adil di endonesia.
Kadang heran juga,Nunun sang koruptor masih bisa menikmati rumah sakit mewah cuma karena masuk angin,sedangkan di sekelilingku mau ke puskesmas aja masih bingung mau nebus obat pake apa(walaupun katanya gratis). Begitupun saat keluar dari rumah sakit,wartawan yang mewawancarai masih terlihat sopan dan polisi yg mengawal juga sangat menghormati.
Coba bandingkan dengan aal sang pencuri sandal,di gebukin polisi dan di tanya dengan kasar,kadang rokok sang polisipun di cecek di lengan sang pencuri(pelanggaran ham nih,dimana komnasham?)
Sebenernya yang dipelajari oleh orang2 jebolan hukum itu apa? Percuma banyak universitas besar fakultas hukum kalau jebolanya masih kayak gitu.
Cuma mau mengingatkan ”uang dari jual keadilan itu nanti akan membakarmu”


Dikirim menggunakan telepon selular Sony Ericsson

Iklan

13 tanggapan untuk “Bangga jadi warga negara endonesia

  1. bangga jadi rakyat jelata endonesa

    Suka

  2. tambah K A C A U saja Negri Bedebah ini…

    Bangsa Asing lebih di utamakan Oleh Pemerintah daripada BANGSAnya sendiri…

    Suka

  3. inilah indonesia…. negeri tercinta qt

    Suka

  4. koruptor duitnya bisa dibagi,maling sendal apanya yang maw dibagi,mending saya yg bagi sol sepatu ke malingnya….mungkin pikirnya gitu mas bro
    *memalukan mindsetnya 😈

    Suka

  5. extraordinaryperson 30 Desember 2011 — 19:25

    saya biasa aja sih xixixi

    Suka

  6. pengennya ada penembak misterius lagi,koruptor ga usah diadili,langsung dor…modar..!!!

    Suka

  7. Seharusnya masyarakat mendapat pelayanan maksimal lho,,, kan sumber pendapatan negara terbesar dari pajak… eh malah koruptor yang diperlakukan istimewa…

    Suka

  8. Pernah kebayang jaman penjajahan londo? Mas bro sekalian pasti belum lahir…. Tapi katanya ya mirip2 jaman sekarang ini.
    Cuma bedanya sekarang yang njajah rambut item kulit coklat; mereka yang punya wewenang dan mereka yg bisa korupsi, dan yang dipilih sendiri oleh rakyat!! Sumprit mas bro, mereka itu sekalinya bisa korupsi, sadis!, ga peduli keselamatan orang, ga peduli penderitaan rakyat, ga peduli moral dan perikemanusiaan. Bener2 penjajah…

    Suka

  9. sendal e kayak apa c?? heran ak…

    Suka

bagaimana dengan tanggapan anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close